Kronologis peristiwa berdarah itu bermula pada Sabtu (22/5/2021) sekitar pukul 10.30 Wita. Kala itu, pelaku HD menuju lontang milik Wa Gohia di Kecamatan Kontunaga untuk minum kameko. HD minum miras ditemani suami pemilik lontang. Lalu sekitar pukul 15.30 Wita, turun ke Raha untuk memanggil rekannya bernama Aldi.
HD kemudian mengajak Aldi kembali ke lontang untuk minum. Setibanya di sana, ternyata sudah ada enam orang yang sementara duduk melingkar dengan memutar gelas kameko. HD dan Aldi lantas bergabung sambil memesan kameko.
Saat minum kameko, Aldi terlibat salah paham dengan salah satu warga yang ikut minum. HD kemudian berusaha mendamaikan. Setelah itu, HD ditegur oleh salah seorang anggota Provost Kodim 1416 Muna, Sertu Agus Salim. Keduanya lalu terlibat cekcok mulut. HD langsung mengajak Aldi untuk pulang ke rumahnya di Watoputeh.
Tiba di rumahnya, HD menyuruh anaknya HS untuk pergi mengambil parang di rumah kosnya di Lampogu. Setelah ada parang, HD bersama HS sekitar pukul 17.30 Wita menuju rumah Wa Gohia untuk menemui Sertu Agus Salim.
Dari kejauhan HD melihat Agus Salim dan beberapa orang masih berada di rumah Wa Gohia. Tanpa panjang lebar, HD lalu mengayunkan parangnya ke arah Agus Salim. HS lalu menusuk KS dan menebas BD dan BS. Usai melakukan penganiyaan itu, keduanya langsung melarikan diri. Ketiga korban langsung dilarikan ke RS Raha. KB meninggal dunia. BD harus dirujuk ke RS Bahteramas Kendari, karena menderita cukup parah. Ususnya terburai. Sementara BS hanya dirawat jalan. (B)
