Lebih lanjut, ia menuturkan, bronjong yang hanyut dikerjakan tahun 2021 oleh Pemprov Sultra. Sementara bantuan bronjong dari Pemkab Kolut dibangun tahun 2020.

"Sebelum banjir, jarak rumah dari tepi sungai yang telah dibronjong sekitar 20 meter. Hampir setiap tahun, desa kami dilanda banjir. Namun, banjir kali ini yang terparah," tukasnya.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Kolut Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selain Desa Awo, Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha juga terdampak luapan banjir dari sungai.

Akibatnya luapan tersebut, Kata Kades Kalu-kaluku, Ahmad Randi, 30 rumah warga yang terletak di Dusun II terendah luapan banjir.