JAKARTA, TELISIK.ID - Arab Saudi memangkas harga minyak mentah untuk pembeli Asia hingga 5 dolar AS per barel di bawah acuan, membuka peluang Indonesia memperoleh pasokan kompetitif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang membeli minyak mentah dari Arab Saudi menyusul kebijakan diskon yang diberlakukan perusahaan minyak nasional negara tersebut, Saudi Aramco, untuk pengiriman November 2026.
Bahlil menegaskan, pemerintah tidak membatasi sumber pengadaan minyak mentah dari negara tertentu. Pertimbangan utama dalam menentukan pemasok adalah harga yang kompetitif, efisiensi proses pengadaan, keuntungan bagi negara, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
“Intinya begini, bagi kita adalah dari mana pun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara,” ujar Bahlil di Djakarta Theater, Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Saudi Aramco menawarkan harga minyak mentah yang lebih rendah untuk pasar Asia. Kebijakan ini menjadi salah satu peluang yang dapat dipertimbangkan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, terutama apabila harga yang ditawarkan memberikan keuntungan dibandingkan alternatif pemasok lainnya.
