Sebelumnya, sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut perusahaan minyak itu mempertimbangkan pemberian diskon untuk minyak yang dimuat dari Oman.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengompensasi pembeli atas kenaikan biaya pengangkutan sekaligus mempertahankan pangsa pasar. Kondisi perdagangan minyak di kawasan tersebut turut terdampak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang mengganggu aktivitas ekspor.
Gangguan tersebut menambah tekanan terhadap rantai pasok energi, terutama pada pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju negara-negara konsumen di Asia. Dalam perdagangan minyak mentah, biaya pengangkutan menjadi salah satu komponen yang memengaruhi total pengeluaran pembeli, selain harga komoditas itu sendiri.
Data London Stock Exchange Group (LSEG) menunjukkan, biaya sewa kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel untuk rute Teluk menuju China mencapai 1,2 juta dolar AS per hari pada Jumat.
Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika biaya sewa kapal tanker sejenis hanya sekitar 80.000 dolar AS per hari. Kenaikan biaya itu memperlihatkan besarnya tekanan logistik yang dihadapi pelaku perdagangan minyak mentah.
