KONAWE SELATAN, TELSIK.ID - Sawah di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, menghasilkan ratusan bahkan ribuan ton sekali panen. Namun jalan rusak parah, membuat para petani gigit jari karena harga padi anjlok.

Para petani Desa Sumber Jaya mengatakan, mereka bisa panen dua kali dalam setahun. Bahkan jika tidak ada kendala alam, bisa hingga tiga kali.

Lahan sawah di Kecamatan Lalembuu mencapai 1.289 hektare, berdasarkan informasi yang tercantum di situs pertanian.go.id Sulawesi Tenggara. Dengan luas lahan sebesar ini, para petani memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan produksi padi.

Dalam satu hektare sawah di Kecamatan Lalembuu, petani berhasil menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton padi. Tingginya produktivitas ini menunjukkan keahlian petani dalam mengelola lahan pertanian mereka dan penggunaan teknologi modern dalam proses panen.

Saat ini, para petani sedang dalam masa panen. Mereka menggunakan alat panen modern seperti Combine Harvester untuk memudahkan proses pengumpulan padi. Setelah dipanen, padi masih berbentuk gabah dan diangkut menggunakan ojek ke desa untuk dikeringkan secara gotong royong di rumah-rumah warga sebelum akhirnya dikirim ke pabrik untuk digiling menjadi beras siap edar.