Baca Juga: Puluhan Kilometer Jalan Provinsi di Kolaka Utara Rusak Berat, Harga Kebutuhan Pokok Meroket

Meski berhasil dalam produksi padi, petani menghadapi tantangan serius, yaitu kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Jalan sepanjang 25 km ini dipenuhi debu saat musim kemarau dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan tiba. Kendala ini membuat transportasi hasil panen menjadi sulit dan menghambat distribusi beras ke pasar.

"Kami sangat bersemangat melihat hasil panen padi yang melimpah di sawah-sawah kami. Namun, kendala utama yang kami hadapi adalah kondisi jalan provinsi yang rusak," ucap Ahmad Parjo, seorang petani di Kecamatan Lalembuu, Minggu (21/5/2023).

Kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada harga beras. Para petani terpaksa harus menjual beras mereka dengan harga rendah karena sulitnya mendistribusikannya secara efisien. Hal ini membuat mereka harus menghadapi kerugian finansial yang signifikan.

Meskipun dihadapkan pada kendala jalan rusak, masyarakat di desa-desa se-Kecamatan Lalembuu tetap bersatu dalam menjalankan proses pengeringan gabah. Para warga dengan sukarela membantu petani dengan mengeringkan gabah di rumah-rumah mereka.