JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk memperdagangkan komoditas utama Indonesia, termasuk sawit, nikel dan batu bara mulai 2027.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dalam pidato tahunan di DPR. Bursa tersebut disiapkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sejumlah komoditas utama Indonesia berpotensi masuk dalam bursa tersebut. Beberapa di antaranya adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), nikel, dan batu bara.
Namun, pemerintah belum menetapkan secara resmi daftar komoditas yang nantinya diperdagangkan melalui Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari DetikFinance, Selasa (18/8/2026).
