Menurutnya, meskipun kondisi fasilitas sekolah masih terbatas dan jumlah peminat mulai berkurang, para siswa tetap merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran.

Ia mencontohkan salah seorang siswanya yang tinggal di Anduonohu. Meski jarak tempat tinggal dengan sekolah cukup jauh, siswanya tetap memilih bersekolah di SD Kristen karena merasa nyaman.

“Bahkan ada siswa saya yang tinggal di Anduonohu. Sekolah ini cukup jauh dari tempat tinggalnya, tetapi dia senang belajar di sini. Kakak-kakaknya juga sekolah di sini sampai dia yang paling bungsu,” katanya.

Roni menuturkan, SD Kristen Kendari pernah mengalami masa kejayaan dengan jumlah peminat yang cukup banyak. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mendaftar mulai mengalami penurunan.

Meski berstatus sebagai SD Kristen, mayoritas siswa di sekolah ini berasal dari kalangan Muslim. Kondisi tersebut, kata Roni, tidak menjadi hambatan dalam proses pendidikan maupun hubungan antara guru dan siswa.