Sebagai sekolah yang berada di pinggir poros jalan, Amos merasa SDN 9 sangat disayangkan jika terus luput dari perhatian. Lokasinya strategis, namun kondisinya jauh dari kelayakan.

"Sayang sekali sekolah seperti ini tidak mendapat perhatian. Kami berada di pinggir jalan, seharusnya bisa jadi contoh, tapi justru fasilitasnya sangat memprihatinkan," ujarnya.

Dalam 5 bulan terakhir, menurut Amos, baru satu perbaikan yang dilakukan pihak sekolah secara swadaya, yaitu perubahan pada pagar sekolah.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terpadu 2 Kendari Masih Krisis Jaringan Internet Meski Punya Fasilitas Lengkap

"Lima bulan terakhir yang sudah diperbaiki baru pagar yang diubah. Sementara itu di dalam ruangan kami sangat memprihatinkan kondisinya. Meja kursi sudah tua, atap bocor saat hujan, dan sirkulasi udara kurang," tambahnya.