“Yang terakhir tembus itu renang tingkat kota. Ada juga juara umum tingkat kecamatan, terus ada lagi cerdas cermat, tapi sudah lumayan lama, dari tahun 2000-an,” tuturnya.
Prestasi tersebut menunjukkan potensi siswa untuk terus berkembang. Dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan serta meraih capaian yang lebih baik pada masa mendatang.
Dari sisi tenaga pendidik, Juhardin menjelaskan bahwa sebagian besar guru di SDN 102 Kendari telah berstatus terangkat. Hanya satu orang yang masih berstatus honorer.
Keberadaan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran. Namun, pemenuhan kebutuhan guru juga perlu diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai agar proses pendidikan berjalan optimal.
Ke depan, Haji Larusuli berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan fasilitas yang masih kurang. Mulai dari pembangunan mushola, ruang guru, ruang kepala sekolah, perbaikan meja belajar, hingga peningkatan fasilitas sanitasi.
