KENDARI, TELISIK.ID - Empat tahun mengajukan rehabilitasi ruang kelas, SDN 22 Kendari hingga kini masih menunggu perbaikan dari pemerintah.

Kondisi tersebut membuat sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua hingga tiga shift agar seluruh siswa tetap dapat belajar.

Kepala SDN 22 Kendari, S. Sartini, S.Pd mengatakan, kondisi sarana belajar menjadi tantangan bagi sekolah.

Tiga ruang kelas yang rusak belum pernah direhabilitasi, meski usulan perbaikan diajukan setiap tahun.

"Ruangan tidak menjadi kendala bagi anak-anak untuk belajar. Namun, kami sangat membutuhkan penambahan ruang kelas karena jumlah siswa terus bertambah setiap tahun," ujarnya, Jumat (4/9/2026).