Starni berharap sekolahnya bisa segera masuk dalam Program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Kota Kendari dan pusat.
"Kami sudah usulkan lewat Dapodik. Alhamdulillah tahun ini Kendari dapat 27 sekolah untuk revitalisasi. Kami berharap tahun depan giliran SDN 30 bisa ikut diperbaiki. Yang paling mendesak itu penambahan 2 ruang kelas baru dan perbaikan drainase," tambahnya.
Senada dengan Starni, seorang guru kelas SDN 30 Kendari, Siti (34), mengaku proses mengajar terganggu karena keterbatasan fasilitas.
"Kalau hujan, halaman depan banjir karena drainase mampet. Anak-anak harus buka sepatu untuk masuk kelas. Listrik juga kadang tidak stabil karena instalasinya sudah lama," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, menyebut seleksi revitalisasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan ruang kelas dan kelengkapan fasilitas yang tercatat di Dapodik. Saat ini 27 sekolah di Kendari telah masuk program revitalisasi nasional tahun 2026. (B)
