Untuk menjaga prestasi tersebut, sekolah melakukan pembinaan secara rutin dengan melibatkan guru pembina dan orang tua.

Siswa juga dipetakan berdasarkan kemampuan dan minatnya sebelum mengikuti latihan maupun perlombaan.

Pembinaan dilakukan melalui kegiatan rutin, termasuk latihan pada akhir pekan. Dari proses tersebut, guru membantu menemukan siswa yang memiliki potensi untuk kemudian diarahkan mengikuti bidang yang sesuai.

Supriyadi menambahkan, pengembangan potensi siswa tidak hanya dilakukan melalui Pramuka. Sekolah juga mulai menerapkan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk siswa kelas IV hingga VI sebagai salah satu inovasi sekolah.

Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui mata pelajaran pilihan Bahasa Inggris serta kegiatan seni tari.