Selain itu, budaya menyambut siswa di pintu gerbang sekolah kembali dihidupkan untuk menanamkan kedisiplinan dan kedekatan emosional antara guru dan siswa.
Kegiatan ekstrakurikuler juga diaktifkan kembali, terutama pramuka yang bersifat wajib. Selain itu, sekolah mengembangkan kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan pembelajaran intrakurikuler, seperti kegiatan menari, bercocok tanam, hingga hidroponik yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
“Sebagai sekolah besar, aktivitas siswa harus diperbanyak agar wawasan, kedisiplinan, dan karakter anak-anak berkembang dengan baik,” katanya.
SDN 52 Kendari saat ini didukung oleh 32 tenaga pendidik, termasuk guru kelas dan guru mata pelajaran, serta tenaga kependidikan seperti petugas perpustakaan dan keamanan.
Untuk mendukung pembelajaran dan pengawasan, sekolah juga berencana melengkapi fasilitas seperti infokus di setiap kelas serta pengembangan CCTV hingga ke ruang kelas guna memantau situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
