Kepala SDN 52 Kendari, Agustina, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kemandirian, gotong royong, serta membekali siswa dengan keterampilan dasar untuk masa depan.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung. Kegiatan kokurikuler ini menjadi penguatan antara teori dan praktik yang mereka dapatkan dalam pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan keberagaman budaya kepada siswa sejak dini.

Menurut Agustina, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari seni hingga bahasa, yang harus dipahami dan dilestarikan oleh generasi muda.

“Meski kita berbeda-beda, kita tetap satu kesatuan. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” tambahnya.