Namun demikian, upaya tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah pengaruh lingkungan bermain di luar sekolah, di mana siswa kerap membawa bahasa dan perilaku yang kurang pantas ke lingkungan pendidikan, di sinilah peran guru untuk bekerja ekstra membentuk kembali karakter siswa agar sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah.
“Kami selalu menekankan nilai etika yang baik pada siswa, tapi tidak bisa dipungkiri siswa juga membawa kebiasaan dari luar sekolah yang di luar kontrol kami, jadi itulah tugas kami sebagai tenaga pendidik untuk membentuk kembali karakter siswa yang baik, yang sejalan dengan nilai yang kami tanamkan,” ujar Purnama Kalenggo.
Ke depan, pihak sekolah juga merancang kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, adanya momentum kebijakan pemerintah yang tengah mengedepankan nilai-nilai kedaerahan dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat program budaya di sekolah.
Baca Juga: SDN 2 Kendari Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi dan Pembinaan Karakter
“Pemerintah kota sekarang sedang gencarnya menghidupkan nilai-nilai kedaerahan, nah ini sangat selaras dengan visi kami yang ingin menghidupkan nilai-nilai tradisional, maka dari itulah penyelarasan visi dengan Wali Kota Kendari menjadi landasan utama kerja sama ini,” ungkapnya.
