Rahmatia menjelaskan, kegiatan membaca dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, terutama bagi siswa kelas rendah.

Guru mendampingi siswa agar tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami isi bacaan melalui kegiatan menceritakan kembali atau menjawab pertanyaan.

Menurutnya, kebiasaan tersebut mulai terlihat hasilnya pada beberapa siswa yang sebelumnya masih kesulitan membaca dengan lancar.

Perkembangan itu menjadi salah satu alasan sekolah terus mempertahankan kegiatan literasi sebagai rutinitas harian.

Untuk siswa kelas tinggi, literasi dikemas dalam kegiatan yang lebih menarik. Salah satunya melalui lomba bercerita dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI di sekolah yang mendorong siswa membaca, memahami cerita, kemudian menyampaikannya kembali di depan teman-temannya.