Nurhida juga mengungkapkan bahwa banjir sering menjadi gangguan dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Setiap kali hujan deras, sekolah sering kebanjiran, terutama di ruang kelas. Akibatnya, anak-anak terpaksa dipulangkan dan kegiatan belajar harus dihentikan.

“Setiap kali hujan deras, sekolah sering kebanjiran, terutama di ruang kelas. Ini menyebabkan kami harus memulangkan siswa dan menghentikan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Untuk mengatasi masalah banjir, beberapa perbaikan drainase sudah dilakukan dengan bantuan warga setempat. Namun, pihak SDN 67 mengaku masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk menghindari banjir di masa mendatang.

Baca Juga: Ribuan Warga Kendari Kibarkan Bendera Tauhid Bela Palestina

Nurhida berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas yang sangat diperlukan di SDN 67, termasuk pembangunan pagar, peningkatan sistem drainase, penyediaan air bersih, dan perbaikan WC.