KENDARI, TELISIK.ID - Gelombang panas akan menjadi sangat ekstrem di wilayah tertentu di dunia yang akan terjadi pada beberapa dekade, sehingga kehidupan manusia di sana tidak akan berkelanjutan, seperti yang dibeberkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah.

Mengutip Sindonews.com, menurut organisasi tersebut, gelombang panas diperkirakan 'melebihi batas fisiologis dan sosial manusia' di wilayah Sahel, Afrika dan sebagian Asia selatan dan barat daya.

"Dengan peristiwa ekstrem yang memicu penderitaan skala besar dan hilangnya nyawa," kata organisasi tersebut, dikutip dari cnbninconesia.com

Bencana gelombang panas tahun ini seperti Somalia dan Pakistan menandakan adanya keadaan darurat kemanusiaan terkait panas yang lebih mematikan, lebih sering, dan lebih intens di masa depan.

Mengutip labana.id, pada 2100 mendatang, kemungkinan manusia tidak akan bisa menempati wilayah Asia Selatan akibat perubahan iklim yang semakin parah. Penelitian tersebut menemukan bahwa warga di Asia Selatan diperkirakan akan mengalami kondisi suhu yang sangat panas dan kelembapan, di mana orang tidak bisa bertahan tanpa AC pada tahun 2100.