KENDARI, TELISIK.ID - Miniatur perahu dan pincara di Museum Sulawesi Tenggara merekam jejak transportasi tradisional masyarakat Tolaki, sekaligus menggambarkan peran laut dan sungai dalam kehidupan masa lalu.
Museum Sulawesi Tenggara menghadirkan dua miniatur alat transportasi tradisional yang pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Tolaki. Keduanya adalah perahu yang digunakan untuk aktivitas pelayaran laut dan pincara sebagai sarana transportasi di sungai.
Koleksi tersebut dipamerkan untuk memperkenalkan sejarah transportasi air di Sulawesi Tenggara kepada pengunjung. Selain menggambarkan perkembangan teknologi transportasi tradisional, kedua miniatur itu juga menunjukkan bagaimana masyarakat dahulu memanfaatkan kondisi geografis untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Kurator Museum Sulawesi Tenggara, Agung Kurniawan (42), menjelaskan perahu dan pincara memiliki fungsi berbeda sesuai lingkungan penggunaannya.
“Kita pamerkan ada dua alat transportasi tradisional. Yang pertama model perahu untuk di laut, yang kedua pincara untuk di sungai. Dua-duanya punya nilai sejarah bagi perkembangan Sulawesi Tenggara,” ujar Agung kepada telisik.id, Jumat (30/10/2026).
