KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Meeto, Desa Mattirobulu, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) inisial AMRM (13) yang jadi korban perundungan dua orang temannya akhirnya mengaku jika dirinya sengaja disiram pertalite dan dibakar kedua pelaku.

Di hadapan awak media, AMRM mengatakan, jika pelaku benar-benar sengaja menyiram menggunakan pertalite dan membakarnya.

"Satu orang menyiram saya kemudian satunya lagi bakar ranting pakai korek api dan lemparkan ke saya," ujarnya, Rabu (16/4/2025).

Lebih lanjut, AMRM menyebut, kronologi awal kejadian yang dialaminya bermula saat sedang berada dalam asrama. Pelaku lebih awal mencukur alisnya lalu ke belakang pondok.

Tidak lama kemudian mereka mengutus santri lain memanggilnya ke lokasi di mana dirinya terbakar.