Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Santri di Kolaka Utara Terancam 5 Tahun Penjara

"Saya tidak pakai baju dan hanya pakai sarung karena juga mau mandi di sungai. Ada dua orang bawa pertalite dan kedua pelaku sudah menunggu di lokasi bersama satu santri lain," katanya.

Menurutnya, setelah bertemu di lokasi, salah satu pelaku mencukur rambutnya secara acak. Korban pun dipaksa mencium pertalite jika ingin rambutnya dirapikan.

"Saya tidak mau, baru saya disiram bensin ke badan saya dan lemparkan saya ranting yang sudah dibakar," terangnya.

Saat terbakar, dirinya berupaya berguling-guling ke tanah untuk memadamkan api. saat padam saya langsung berlari ke sungai menceburkan diri karena kepanasan dan kulitnya mengelupas.