Kalimat tersebut berisi dua kalimat syahadat. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, saat itu Takazawa masih menganut aliran kepercayaan Shinto (agama asli orang Jepang yang percaya dengan dewa-dewa).
Sehingga saat itu ia kesulitan untuk memahami keseluruhan maksud dari dua kalimat syahadat tersebut.
Pertemuan Takazawa dengan orang serba putih itu ternyata begitu membekas di ingatannya. Ia pun terus mencari tahu makna di balik pesan dua kalimat syahadat yang diterimanya.
Dikutip dari Boombastis.com, dalam pencarian itu, Takazawa mendapat hidayah tak terduga. Ia pun memutuskan menjadi seorang mualaf.
Setelah resmi mengucap dua kalimat syahadat, Taki Takazawa pun ingin menjadikan Islam sebagai bagian dari namanya. Alhasil, pria tersebut mengganti namanya menjadi Abdullah yang memiliki arti Hamba Allah SWT.
