Lebih lanjut, Widi mengatakan, saat ia memutuskan menjadi mualaf, ibunya takut jika ia mengambil keputusan tersebut, kemudian hanya main-main tanpa belajar Agama Islam lebih dalam dan kemudian malah kembali ke agama sebelumnya.

Baca juga: Kakek Tua Memanggul Hasil Mulung dengan Berjalan Kaki hingga Berkilometer

"Mamaku selalu bilang, kamu yakinkah itu, kamu bisakah jalani nanti," tuturnya.

Sebelum memutuskan menjadi mualaf, Widi sudah menghafal Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan ayat Kursi. Walaupun kata dia, pengucapan makhrajnya belum tepat.

Ia juga menambahkan, sebelum mengucapkan kalimat syahadat, dadanya terasa sesak, berat dan terasa penuh. Akan tetapi setelah mengucapkan kalimat syahadat, dia merasa semua beban yang ada di dirinya hilang dan terasa sangat ringan.