Menurut Paulus, saat korban mengeluarkan KTP, ia langsung ditikam dari belakang. Melihat korban dianiaya, Mohi berupaya menolong, namun tiba-tiba datang seorang warga dari arah hutan ikut menyerang.

Belum diketahui pasti motif penyerangan staf KPU Yahukimo tersebut. Meski demikian, dari keterangan Mohi terungkap para pelaku langsung kabur ke arah hutan.

Lebih lanjut, Paulus memastikan bahwa Kenan yang tewas dibunuh orang tak dikenal itu tidak sedang bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih.

Baca juga: Pelaku Penyerang Keluarga Umar Assegaf bin Jufri Tertangkap

"Memang korban Hendrik adalah ASN yang bertugas di KPU Yahukimo, namun saat insiden yang menewaskan dirinya, yang bersangkutan tidak sedang menjalankan tugas apalagi melakukan Coklit terkait tahapan Pilkada," ujar Paulus dikutip dari CNNIndonesia.com.