"Saya awalnya kira orang bertengkar, ternyata saat keluar rumah api sudah berkobar, kejadian kisaran pukul 12.30 Wita setelah salat Zuhur," ungkapnya, Minggu (27/8/2023).
Menurutnya pemilik rumah saat itu masih sementara memasak, diduga api berasal dari percikan api saat pemilik rumah lagi memasak menggunakan kompor manual dengan menyusun batu bata.
Ia menjelaskan, pemilik rumah telah usia renta, setiap hari jika memasak, pemilik rumah selalu memasak sambil tidur-tiduran. Saat api menyala, korban sempat mencoba mematikan api, namun dikarenakan umur yang telah renta, ia tidak mampu mengantisipasi kobaran api, sehingga menyebabkan jari tangannya terbakar.
Saat api makin membesar dan pemilik rumah telah diselamatkan oleh anaknya, warga setempat langsung menelpon pihak keluarga, dan saat itu memang di kawasan permandian Matakidi ada beberapa mobil yang mengisi air, sehingga mobil tersebut membantu padamkan api, namun api makin menyebar.
Sementara, pihak pemadam kebakaran (Damkar) mengatakan, sekira pukul 13.30 Wita menerima informasi kebakaran telah terjadi, saat itu juga anggota Damkar telah mengisi air di kantor dan langsung bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP).
