Baca Juga: Mark Zuckeberg Bakal Buat Kacamata Pintar, Bisa Ambil Foto hingga Dengar Musik

Popkov sendiri lahir di Norilsk saat masih bagian dari Uni Soviet pada 7 Maret 1965 dan bekerja sebagai polisi sebelum akhirnya menjadi penjaga keamanan pada 1998.

Walau terlihat seperti orang normal pada umumnya saat masih menjadi polisi, namun ia mengaku menjalani kehidupan ganda yakni sebagai penegak hukum yang patuh dan sekaligus sebagai pembunuh berdarah dingin.

Korban dan tersangka korbannya semuanya adalah wanita yang berusia antara 16 hingga 40 tahun. Namun ada juga satu pria yang jadi korbannya yakni seorang polisi.

Dikutip dari detik.com, jaksa mengatakan, Popkov membunuh mereka dengan menawarkan tumpangan saat larut malam, dengan menggunakan mobil polisi saat dia sedang tidak bertugas.