Adapun motif pembunuhan Popkov yakni menargetkan wanita yang menyerupai ibunya. Hal itu karena dendamnya kepada sang ibu yang sering melecehkan dan menyiksa Popkov saat masih kecil.

Baca Juga: Mengenal Vatikan Negara Terkecil di Dunia, Luasnya Hanya 44 Hektare

Hal itulah juga yang membuat Popkov menyebut dirinya sebagai "pembersih" yang membersihkan kota Angarsk dari para pekerja seks komersial (PSK), tampak dari korban-korbannya yang adalah seorang wanita.

Kepala penyelidik Yevgeny Karchevsky mengatakan kepada media, Popkov merupakan 'maniak pembunuhan' yang memiliki keinginan tak terkendali untuk melakukan pembunuhan.

Namun terlepas dari fakta tersebut, sebagian besar korban Mikhail Popkov adalah wanita biasa yang telah berkeluarga. (C)