"Misalnya penggunaan kata 'penyakitnya' nya merujuk pada kata 'yang miskin' sebagai subyek kalimat. 'Nya' jelas menekankan pada subyek kalimat yang disampaikan beliau," ucapnya.

Sebagai juru bicara pemerintah, lanjut akademisi yang biasa disapa Herbud itu, tampil di depan publik mestinya menggunakan diksi yang pas dan baik.

"Mestinya Juru Bicara harus mengetahui heterogenitas masyarakat,  yang tidak semua bisa mencerna maksud dan makna kalimat yang disampaikan. Itulah pentingnya, faham tentang opini publik," jelasnya.

Dikatakan Herbud, di tengah bencana nasional ini, dimana berbagai kondisi muncul di masyarakat misalnya, rasa  cemas, kesulitan ekonomi, dan rasa takut harusnya diberikan narasi-narasi yang menyejukkan dan membangun optimisme yang sejuk.

"Jika dengan alasan bahwa, ini adalah himbauan kepada masyarakat agar 'stay at home', jangan beraktivitas di luar. Maka perlu tau kondisi masyarakat secara menyeluruh, baik sosial, budaya dan ekonomi," ujarnya.