BUTON, TELISIK.ID - Ucapan Asisten I Pemda Buton, Alimani yang dinilai melecehkan etnis tertentu, beredar ke publik. Kasus serupa pernah terjadi di Maluku. Di mana seorang mahasiswi kesehatan dipolisikan lantaran diduga melecehkan salah satu etnis dengan sebutan, Sangkola.
Dalam komentarnya di salah satu grup WhatsApp yang beredar luas, Alimani menyamakan watak kelompok tertentu dengan kasoami dan kabuto, salah satu jenis makanan khas Buton.
Begini kutipannya, "Kapontori signal bagus. Terlalu abuleke jika alasannya wifi. Saya hanya mau bilang, seorang watak orang Papua saja saya hafal apalagi hanya watak kasoami dan kabuto eeee.. Paham kah," tulis Alimani.
Komentar ini keluar ketika dirinya meminta foto apel pegawai di Kecamatan Kapontori melalui grup WhatsApp. Namun yang diperlihatkan oleh pegawai setempat hanyalah absen kehadiran.
"Maksudnya, absen bisa juga besok bikin, hari ini hadirnya, sebelum subuh sudah di kantor. Kan bisa saja bro," tambahnya.
