"Kami harap Pj Bupati Buton, Basiran segera mengevaluasi pejabat yang bersangkutan. Kami akan juga melakukan kajian untuk kemudian melaporkan ini ke polisi," tegas Jasmin.

Saat dikonfirmasi, Asisten Satu Buton, Alimani mengakui adanya chattingan itu. Namun kata dia, tak ada maksud dirinya menghina maupun mengkerdilkan kelompok tertentu.  

"Awalnya, saya diberi tugas oleh pak Pj untuk melakukan monitoring terhadap kinerja pegawai dalam melaksanakan apel pagi dan sore hari. Saat itu masuklah laporan dari pegawai Kecamatan Kapontori. Namun laporan yang dikirim hanya absen. Makanya saya katakan, saya ini lama di Papua. Wataknya orang Papua saya tahu. Apalagi wataknya kasoami dan kabuto," bebernya.

Baca Juga: Buka Pendaftaran, Bawaslu Muna Inginkan Panwascam Beritegritas

Atas keteledoran itu, lanjutnya, dirinya menyesali dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang tersinggung dengan ucapannya itu. Seharusnya, perkataan itu ia sampaikan langsung kepada camat setempat, bukan di dalam grup.