Menurut salah seorang Volunter kegiatan penelitian Lalo'a, Saleh Hanan mengungkapkan, Festival Lalo'a dilakukan secara virtual dengan harapan agar masyarakat menjadi adopter telur Ikan Baronang melalui lelang yang dilakukan secara virtual tersebut. Tentu saja setelah mengadopsi, peserta akan memiliki jutaan ikan pribadi di Laut Wakatobi.
"Harapannya masyarakat sedunia melihat sebuah festival yang lebih dari keramaian yaitu sebagai gerakan konservasi, solidaritas ekonomi dan pendidikan kebudayaan untuk generasi," terangnya, Senin (12/10/2020).
Baca juga: Abaikan Rapat Paripurna di DPRD Muna, Dua Kadis Malah Ikut Demo
Kegiatan adopsi telur Ikan Boronang ini adalah bentuk dukungan kepada para nelayan yang membiarkan ikan melepas telur ke alam. Adopsi dilakukan dengan cara lelang, Ikan yang tidak memiliki telur atau yang sudah melepas telur ke alam, dilelang dengan harga lebih tinggi, dibanding ikan yang masih memiliki telur dalam perutnya.
