MANGGARAI, TELISIK.ID - Nasib sedih dan tak menentu dirasakan petani garam di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur selama tahun 2022 ini. Anomali iklim serta kondisi alam yang buruk membuat petani garam di wilayah itu gagal panen.
Mereka seakan ingin berhenti sementara menggarap lahan. Pasalnya, ratusan hektar lahan garam milik warga setempat gagal panen akibat diterjang banjir rob.
Tak hanya itu, kepedulian pemerintah setempat berupa bantuan juga nyaris tak pernah dirasakan oleh petani garam.
Indra Abas, petani garam di Kecamatan Reok merasa terpukul dengan kondisi yang dirasakannya saat ini. Ia mengaku, beberapa hektar lahan pribadi yang digarapnya sudah tak menghasilkan garam. Ingin berhenti menggarapnya.
Baca Juga: Tiba di Muna Barat, Keluarga Dilarang Sentuh Jenazah Korban KKB Papua
