Ia berharap, pemerintah Kabupaten Manggarai segera memperhatikan kondisi ini karena pasokan garam makin berkurang pasca petaninya mengalami gagal panen.

Sementara terkait harga pasaran garam, Indra bilang tahun sebelumnya berkisar Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per karung. Bahkan sekarang sudah naik sebesar Rp 200.000.

Namun sayangnya, harga garam yang cukup menguntungkan bagi petani tak didukung dengan kondisi yang ada.

"Jadi seputar itu masalahnya. Selain banjir rob, perhatian pemerintah untuk petani garam juga nihil. Kami tidak pernah dapat apa-apa dari pemerintah. Dulu memang ada pegawai dinas yang sering kunjung ke sini, tapi sekarang tidak ada lagi," tandas Indra.

Baca Juga: Masyarakat Manggarai Diajak Perangi Korupsi di Momen Harkordia