Misalkan orang yang merasa hasud dengan tetangga yang membeli mobil, maka ia akan selalu kepikiran bagaimana caranya membeli mobil seperti tetangga sebelah, atau bagaimana caranya agar mobil tetangga sebelah itu cepat rusak.

Maka berulahlah dia dengan melakukan berbagai intrik yang menyibukkan dirinya sendiri. Padahal, yang demikian itu tidak pernah dipikirkan oleh tetangga sebelah. Parahnya lagi, sebelum si hasud berhasil merusak mobil ternyata tetangga sebelah sudah menukar mobil itu dengan mobil yang lebih baru dan lebih canggih. Maka berpikirlah si hasud dengan intriknya lagi, disibukkanlah dia dengan berbagai pikiran yang menyedihkan hati dan tidak pernah berhenti.

7. Hasud menyebabkan seseorang buta hatinya

Mata hati si hasud telah buta, sehingga ia tidak peduli bahwa orang yang dihasudi, yang hendak direbut kenikmatannya adalah saudara sendiri, teman sendiri, sahabat, keluarga sendiri, bahkan juga orang tua sendiri. Begitu pekatnya rasa kebencian dalam hati sehingga menutup mata dari pemahaman agama.

Si hasud tidak lagi dapat mengenali hukum Allah, ia tidak peduli lagi dengan ancaman Allah bagi orang yang durhaka, menghianati atau memfitnah keluarga sendiri. Banyak sekali contoh yang menunjukkan betapa sengitnya persaingan dunia bisnis biasa terjadi antar saudara (adik-kakak) dalam satu keluarga. Karena hasud, kawan bisa menjadi lawan dan saudara bisa menjadi terdakwa.