"Ini penting sekali, karena kita merasakan situasi pandemi dan kita hanya mempunyai satu rumah sakit  bagi pasien terkena COVID-19," ucapnya.

Ia juga menambahkan, banyak keluhan dari masyarakat yang enggan melalukan perawatan di RS Kota Kendari karena takut tertular.

"Kalau kita punya dua pasilitas nanti akan ada rumah sakit tipe D, salah satunya akan kita tunjuk sebagai pusat pandemi COVID-19, sehingga masyarakat tidak takut lagi tertular," jelasnya.

Untuk diketahui, rumah sakit tipe D ditaksir menggunakan anggaran sekira Rp 146 miliar yang telah di setujui dan telah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. (B)

Reporter: Eni Eka Wisda