JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibandingkan dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, masalah gizi harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas pada kualitas hidup masyarakat.

Dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Rachmat menjelaskan bahwa pemberian pekerjaan tidak bisa menyelesaikan masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Menurutnya, pemenuhan gizi yang cukup lebih mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

“Jadi Ibu dan Bapak sekalian, kalau ada orang mengatakan, ‘udah, kenapa mesti ngasih makan?’ ‘kenapa tidak dikasih pekerjaan saja?’ tidak akan cepat tercapai untuk mengatasi persoalan ini,” kata Rachmat, seperti dikutip dari Tirto, Selasa (25/3/2025).

Rachmat mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 180 juta orang di Indonesia yang gizinya tidak terpenuhi. Menurutnya, kekurangan gizi ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang berdampak luas, bahkan hingga kematian.