“Ternyata dalam statistik kami, ada 180 juta orang Indonesia, angka kecukupan gizinya tidak terpenuhi. 50 ribu bayi lahir cacat, 1 juta orang terpapar TBC, 100 ribu orang setiap tahun wafat karena TBC, itu semua karena kurang gizi,” katanya.

Baca Juga: Ratusan Bangunan Rampung Tahun Ini, Satu Sekolah Rakyat Asramakan Seribu Anak Pemulung hingga Terlantar

Program MBG, kata Rachmat, merupakan upaya dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Menurutnya, makanan bergizi dapat berkontribusi terhadap perkembangan fisik dan kecerdasan masyarakat.

“Jadi kita ini bisa ditebak postur tubuhnya, kecerdasannya, kemampuan fisiknya, kemampuan otaknya dari makanan yang kita makan. Sebelum kita mendidik anak-anak kita, sebelum menyehatkan anak-anak kita, sebelum kita mengarahkan anak-anak kita untuk jadi apa ini dan itu, berilah makan yang secukupnya,” ujar Rachmat.

Rachmat juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah membuktikan bahwa makanan bergizi tidak hanya memengaruhi fisik dan kecerdasan, tetapi juga berdampak pada penampilan seseorang.