“Dan ternyata teknologi baru, pengetahuan baru itu sudah menjelaskan bahwa makan itu tidak hanya memberi pengaruh fisik dan kecerdasan, tapi ternyata memberi pengaruh kepada kecantikan dan juga wajah daripada manusia itu sendiri,” sambungnya.

Menurut Rachmat, program MBG adalah langkah besar yang diambil Presiden Prabowo dalam mencetak sejarah untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai bahwa setiap pemimpin memiliki caranya sendiri dalam menciptakan perubahan bagi bangsa.

“Setiap Presiden punya sejarahnya sendiri, punya catatan, caranya sendiri, dan kita yang sedang bersama-sama pimpinan Presiden beberapa tahun terakhir sedang membangun sejarah baru,” ucapnya.

Melansir Kompas, Rachmat Pambudy merupakan pria kelahiran Yogyakarta pada 23 Desember 1956. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) saat Prabowo Subianto menjadi ketua umum organisasi tersebut pada tahun 2006.

Dalam dunia akademik, Rachmat merupakan lulusan doktor di bidang Penyuluhan Pembangunan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia tercatat sebagai dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB serta Guru Besar di fakultas yang sama.