KENDARI, TELISIK.ID - Usia 68 tahun, seorang tukang becak di Kendari masih bekerja setiap pagi meski penghasilan tak menentu dan penumpang semakin berkurang.

Di tengah persaingan transportasi modern ojek online (Ojol), Budiman, 68 tahun, tetap mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan keluarga di kawasan Pelelangan Ikan Kendari.

Budiman ditemui telisik.id, Rabu (7/10/2026), saat bekerja di kawasan Pasar Tradisional, Jalan Pembangunan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Puluhan tahun menggeluti pekerjaan tersebut membuatnya terbiasa menjalani rutinitas sebagai tukang becak, meski jumlah penumpang kini tidak lagi seramai dahulu.

Lahir pada 1958, Budiman mengaku mulai menarik becak setelah menikah. Ia pindah ke Kendari pada 1970-an dan sempat bekerja membawa mobil di kawasan pelabuhan sebelum akhirnya menekuni pekerjaan sebagai tukang becak hingga sekarang.

Setiap hari, ia mulai bekerja sekitar pukul 06.00 Wita. Biasanya, ia pulang ketika hari sudah siang. Becak yang digunakan bukan miliknya sendiri, melainkan kendaraan sewaan dengan tarif Rp 10.000 per hari dari tempat penyewaan di kawasan Lalipo.