"Sebenarnya umur begini sudah waktunya istirahat," katanya.
Kalimat tersebut menggambarkan keinginannya untuk menikmati masa tua setelah bertahun-tahun bekerja. Namun, kebutuhan keluarga membuatnya masih harus menjalani pekerjaan yang telah digelutinya sejak puluhan tahun lalu.
Budiman tinggal di rumah miliknya sendiri di kawasan Deplan, di depan Lapangan Bintino dan di belakang gudang lama. Ia tinggal bersama istri serta dua cucunya yang masih bersekolah, masing-masing di tingkat SMP dan SD.
Sementara itu, istrinya tidak bekerja dan mengurus rumah tangga. Kebutuhan keluarga pun masih bergantung pada penghasilan Budiman dari menarik becak, ditambah kiriman uang dari anak-anaknya ketika tersedia.
Meski menghadapi penghasilan yang tidak menentu dan persaingan dengan moda transportasi lain, Budiman mengaku sudah terbiasa menjalani pekerjaannya.
