"Sejak saya menyampaikan niat saya untuk mualaf kepada kedua orang tua dan keluarga, saya seolah dikucilkan. Terutama teman gereja saya. Namun saya terus berusaha meyakinkan, bahwa keputusan yang saya ambil tidaklah salah. Dan hati saya telah bulat untuk mualaf dan mengikuti agama suami saya. Namun saat saya melangsungkan pernikahan di KUA, kedua orang tua saya tidak hadir. Hanya diwakili oleh kakak laki-laki saya," ungkapnya.
Memasuki di bulan suci Ramadan ini, Asrina mulai belajar melakukan ibadah dan puasa dengan dibimbing oleh suaminya Arman. (A)
Reporter: Thamrin Dalby
Editor: Haerani Hambali
