JAKARTA, TELISIK.ID - Sebelum Airlangga Hartarto menjadi orang nomor satu di Partai Golongan Karya (Golkar), terdapat sejumlah tokoh penting yang memegang kendali dan memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan partai ini.
Golkar muncul dari kolaborasi gagasan tiga tokoh besar, yaitu Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara. Ketiga tokoh ini pada tahun 1940 mengajukan gagasan integralistik-kolektivitis yang kemudian mewujud dalam bentuk Golongan Fungsional.
Nama ini kemudian diubah menjadi Golongan Karya pada tahun 1959, yang dalam bahasa Sanskerta diartikan sebagai 'Golkar'. Hingga saat ini, Golkar dikenal sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia, seperti dikutip dari partaigolkar.com, Senin (12/8/2024).
Pada awal pembentukannya di dekade 1950-an, Golkar diorientasikan sebagai perwakilan dari berbagai golongan di tengah masyarakat. Konsep ini bertujuan untuk merepresentasikan keterwakilan kolektif dalam bentuk ‘demokrasi’ yang khas Indonesia.
Gagasan ini kerap disuarakan oleh Bung Karno, Prof Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara sebagai upaya untuk menciptakan persatuan nasional melalui partisipasi semua golongan.
