Pada tahap awal, Golkar bukanlah sebuah partai politik, melainkan sebuah perwakilan golongan yang dikenal dengan Golongan Karya. Tujuan awal Golkar adalah sebagai sistem perwakilan alternatif dan dasar bagi lembaga-lembaga representatif di Indonesia.

Golkar didirikan pada tahun 1957 ketika sistem multipartai mulai berkembang di Indonesia. Sebagai alternatif, Golkar menjadi organisasi yang terdiri dari berbagai golongan fungsional, yang kemudian berkembang menjadi kekuatan politik yang dominan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Mundur dari Pucuk Pimpinan Golkar Gara-Gara Pilgub?

Dalam perkembangannya, Golkar juga berupaya membangun organisasi masyarakat atau ormas. Namun, di bawah kepemimpinan Bung Karno sebagai konseptor dan Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution sebagai penggerak, bersama dengan Angkatan Darat, Golkar kemudian bertransformasi menjadi sebuah partai politik untuk melawan pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Langkah ini merupakan sebuah penyimpangan dari konsep awal Golkar yang menolak konsep partai politik dan memperjuangkan persatuan tanpa adanya perbedaan kelas.