Pada perkembangannya PGHB merubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932.

Hal itu mencerminkan semangat kebangsaan menjadi bukti perjuangan nasional saat itu.

Meski sempat ditutup pada zaman pendudukan Jepang, para guru pribumi kembali membangun semangat juangnya.

Namun, seiring dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang puncaknya adalah Proklamasi 17 Agustus 1945, PGI kembali bangkit.

Proklamasi menjadi pemacu PGI menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.