"Iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq, khalaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzi allama bil qalam. Allamal insana ma lam ya’lam," kata Malaikat Jibril pada kali ketiga membaca Surat Al Alaq Ayat 1–5.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Malam Nuzulul Quran di Bulan Ramadan, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan
Begitulah seterusnya Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur hingga yang terakhir adalah ayat dari Surat Al Maidah, selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Peristiwa dan sejarah turunnya Al-Qur’an inilah yang disebut sebagai malam Nuzulul Qur’an.
Melansir NU online, ada tiga teori yang menjelaskan tentang Nuzulul Qur'an. Teori pertama, pada malam lailatul qadar, Al-Qur’an dalam jumlah dan bentuk yang utuh dan komplit, diturunkan ke langit dunia (sama' al-dunnya). Setelah itu, dari langit dunia, Al-Qur’an diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan selama 20/23/25 tahun.
Teori kedua, Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia selama 20 malam Lailatul Qadar dalam 20 tahun (lailatul qadar hanya turun sekali dalam setahun). Setelah itu dibacakan kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan.
