Tradisi bagi-bagi uang kepada anak-anak juga bisa dianggap sebagai 'hadiah' karena telah berpuasa selama satu bulan lamannya. Dengan begitu, mereka dinilai akan lebih giat lagi menjalankan puasa di tahun selanjutnya.
"Pemberian itu juga merupakan semacam hadiah untuk merangsang atau mendorong anak-anak agar mau puasa untuk tahun depan sampai tutug (selesai). Jadi puasanya tidak model tutup kendang atau puasa di hari pertama dan hari terakhir, tengahnya kosong," imbuhnya.
Sebenarnya tidak ada aturan dalam dunia perencanaan keuangan untuk bagi-bagi salam tempel, tetapi kamu bisa mengalokasikan paling tidak 10-20% THR sebagai anggaran untuk memberikan angpao Lebaran. Itu pun harus dipastikan semua kebutuhan utama sudah terpenuhi.
"Prioritas utama harus didahulukan seperti uang transport pergi pulang kalau mudik, zakat dan sedekah, konsumsi Lebaran kalau semua yang bersifat wajib sudah dilakukan, baru boleh alokasikan ke amplop," kata Perencana Keuangan Eko Endarto.
Dikutip dari Kompas.com, Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan, jangan sampai punya perasaaan tidak enak sehingga semua orang diberi salam tempel lebaran.
