"Jadi, rumah itu diwariskan kepada Mahira dan ada surat wasiatnya. Akan tetapi, setelah ibu angkat meninggal dunia, ayah angkatnya menikah lagi. Jadi ada surat yang diduga dipalsukan, sehingga dilaporkan ke kantor polisi," tambah Nurafni.
Sedangkan Bibi Mahira, Tari menambahkan, kematian Mahira penuh kejanggalan dan misteri. Mereka tidak yakin Mahira bunuh diri.
"Kondisinya sangat mengenaskan, matanya hilang, kepalanya tinggal tengkorak. Sedangkan tubuhnya masih utuh, apakah itu namanya bunuh diri. Dugaan kami itu dibunuh dengan menggunakan air keras atau air yang sangat panas," katanya.
Kemudian, kejanggalan lainnya juga muncul. Di antaranya, ada ditemukan surat wasiat yang perkataan tidak sesuai dengan tulisan Mahira.
"Saya punya buku Mahira, tulisan dalam buku sekolah sampai buku kuliah Mahira itu berbeda tulisan dengan surat wasiat yang ditemukan di depan mayat Mahira. Jadi, tulisan itu sangat janggal. Kami sangat yakin, Mahira diduga dibunuh untuk menguasai rumah warisan yang diberikan ibu angkatnya yang pertama itu," tambahnya.
