Ia mengungkapkan, dalam penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2026, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan. Di antaranya, pemeriksaan kesehatan jemaah tidak sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, terdapat jemaah yang sudah memerlukan pendampingan obat namun tidak tertindaklanjuti, jemaah tidak mengetahui status penyakitnya, serta adanya penyakit kronis yang belum terkontrol.

Permasalahan lainnya, sambung Elfi, pembinaan jemaah belum seluruhnya dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, kehadiran jemaah dalam kegiatan pembinaan belum optimal, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung kesiapan jemaah masih perlu diperketat.

"Selanjutnya, terdapat masalah dalam pengimpunan di Siskohatkes, yakni masih terdapat ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan dan diagnose penyakit. Dan yang terakhir adalah kepatuhan jemaah dalam melengkapi vaksin Covid-19," bebernya.

Elfi menjelaskan, sejumlah permasalahan dalam penyelenggaraan kesehatan haji 2026 tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di tahun 2027.

"Mudah-mudahan untuk tahun 2027, ini tidak terjadi lagi," harapnya.