Senada dengan Elfi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, H. Sunardin, mengungkapkan secara umum penyelenggaraan haji tahun 2026 sudah berjalan dengan baik, lancar, tertib dan aman. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaannya yang perlu dievaluasi.

"Salah satunya yaitu menyangkut istithaah kesehatan. Itu tidak ada tawar-menawar, untuk jemaah yang akan berangkat tahun depan, maka wajib hukumnya mempunyai kemampuan istithaah," ujar Sunardin.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan, Kegawat Daruratan, dan Situasi Khusus Balai Kekarantiaan Kesehatan (BKK) Kleas I Kendari, dr. Ika Rahma Mustika Hati, mengatakan penyelenggaraan kesehatan haji perlu menaruh perhatian serius pada penetapan diagnosa penyakit jemaah.

Baca Juga: Bank Sultra Sukses Salurkan 50.537 Rekening SimPel, Dukung Kendari Capai Target 100 Persen Program KEJAR

Ia menjelaskan, diagnosa dan rekam medis kesehatan jemaah yang diinput dalam Sistem Informasi Kesehatan Haji Indonesia (Siskohatkes) harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, tidak sekadar menginput hasil pemeriksaan lab atau radiologi.